Sunday, September 30, 2012

Part of Bungut

Re-edit ^^

Akhir 2013.. HHh... setelah post-ku ini tak sengaja ditemukan oleh orang yang bersangkutan, jujur saja aku panik :’D tertangkap basah secara gak lansung ternyata bikin peluh bercucuran juga ya. Blog ku cuman berisi hal-hal yang sama sekali gak ada menarik2nya, orang pun cuman segelintir, itupun sudah.. one upon a time... u.u gak ingat kapan kali terakhir terima tamu #loh.

Aku... cukup amat sangat senang sekali =)) Bunga bilang tulisanku lucu, dia bilang tulisanku juga disimpan meski aku masih gak paham yang lucu darimananya, tapi itu udah cukup bagikuuu~~  

__ tulisan aneh-ku dapet feedback ‘nyata’ dari salah seorang yang selalu kutemui di kehidupan sehari-hari!! Moment yang langka, kan?
Jadi ingat Tonari Kaibutsu-kun lagi =’)) sekalipun Shizuku dingin pada Natsume, tapi dia selalu memperhatikan keadaan temannya itu, dan yang paling membuatku terharu adalah Shizu yang selalu jadi komentator setia blog Natsume~ sangat membuatku iri, aku baru sadar bahwa persahabatan itu manis juga :> dan menjalin persahabatan yang sesungguhnya itu juga amat sangat gak mudah :> Bentar lagi, volume My Little Monster ke- 02 mau terbit ehehehe, tunggu kakak ya, Haru! ^_____^ Beberapa about Natsume's Blog:

 



Udah banyak hal yang terjadi setelah sekian lama tulisan tentang part.nya Bunga ini kubuat.
Banyak banget ya. Kuceritain darimananya dulu ya =>

Aaah! tapi balik lagi diinget klo privasi adalah tetep yang nomor satu! Udah konkret! Jadi sebelum bertindak terlalu jauh, cegah dulu. =>  aku mau crita yang ringan2 saja dehh :3

Tahu tidak?^^Bunga tuh cengeng! Cengeng banget! :D makin kesini dia jadi suka menangis, aku juga suka nangis, tapi Bunga sering nangis. Kenapa nangis? Bunga kenapa kamu nangis? Siapa yang buat kamu nangis? When our flower cried, everybody caring her <3

Waktu itu Bunga sempat bilang kalau dia pingin kuliah jurusan Matematika. Sesaat aku takjub, ah.. Bunga mah emang pinter ya .-. gak heran, aku juga mau sih sebenernya, apalagi kalau bisa jadi kayak bu Nissa. Acttt, kereeennn... badannya kecil mungil, jarang senyum, tapi diumur segitu masih niat ngelanjutin ke S2, Mat lagi! O>O harapanku sih, aku berdoanya pingin liat Bunga bisa jadi lebih keren daripada bu Nissa <3
         
Sesuai harapanku. Kepemimpinan APK 1 sekarang beralih padanya. Hebat ya, prediksiku gak meleset :P sudah kuramal sih, haha :D gak hanya dicintai & dipercaya teman-teman kelas, Bunga juga orangnya bertanggungjawab. Dia hapal semua nomer absen kami, tau nomer hape kami, dan kalau ada sesuatu yang penting selalu ngabarin ke semuanya tanpa terkecuali. Ngeladenin segala pertanyaan kepo dari yang gak penting sampek ngebosenin, orang yang selalu berpikiran bahwa ngebales sms itu hukum-nya fardhu’ain. Kekonsistenan sifatnya itulah yang selalu nempatin dia jadi orang yang berpengaruh dimana-mana. Dia gak plin-plan, tapi bisa dibilang cukup galauan kalau ngambil keputusan. Si idiot yang suka ngebuat dirinya sendiri sekarat dengan selalu nahan perasaannya untuk gak nyakitin orang lain. Dia kuat, tapi juga rapuh. =))
          Aku sempat berbisik padanya sesuatu, tapi kurasa Bunga gak menyadari itu. tapi kalau dia tau, aku bakal bilang padanya, terima kasih! Terima kasih karena sudah membiarkanku mengetahui rasanya menjadi orang yang dianggap penting karena diriku sendiri, meski kamu bilang itu hanya respon yang berlebihan tapi aku gak akan pernah lupa.

          Orang yang gak pernah menunjukan amarahnya ini, membuatku malah makin ngerasa bersalah & merasa Bunga tiba2 jadi terasa jauh karena aku adalah orang yang memiliki kepribadian seperti itu.
          Aku tau dia juga merasakan hal yang orang-orang lain rasakan, rasa sakit hati karena kalimat & ulah yang kuperbuat, tapi kenapa gak pernah marah, kenapa dia gak pernah memojokanku, menegurku, atau setidaknya tak mau bicara padaku seperti yang orang-orang lain lakukan. Normalnya, orang akan kesal lalu diam dengan melihatku dengan tatapan yang buruk, kan. Tapi, Kenapa? Kenapa sikapnya malah kontras begitu? Ya, itu karena dia adalah Bunga. Itulah Bunga. Bunga memang begitu, aku sebenarnya juga gak ngerti, tapi Bunga ya Bunga. Mungkin ini terdengar egois dan naif, tapi jujur saja aku senang karena Tuhan membiarkanku kenal mereka...^^

R        : “Eh, boleh tak bawa bukunya, gak? Soalnya aku tadi gak kelihatan.” (wajah setress)
B        : “Loohh.. tapi aku juga belum, besok kan harus sudah hapal..” (wajah melas)

Eh, besoknya dia malah minggat.  0_____0

R       : “Cin, arek wingi seng nang sebelah gak melbu!”
C       : “........”
R       : “Sopo jenenge yo?”
C       : “........”
R       : “Gak direken.”


Diah Bunga Utama

          Kau bisa memanggilnya Bungut, Dibungut... tanpa perlu kujelaskan pasti tahu sendiri dari mana nama itu berasal.. waktu kelas X pak Iskandar guru matematika kami saat itu yang mencetuskannya, dan pada akhirnya populer juga untuk Bunga.

Well, masih ingat sekali untuk pertama kali aku berbicara dengan Bunga adalah waktu pra MOS dulu, dia duduk sendirian di sebelah kiriku. Waktu itu aku yang tak bisa melihat dengan jelas ini mencoba SKSD padanya, dan tanpa kuduga aku ditolak dengan halus  rupanya. Ah, rasanya bosan sekali menceritakan kejadian ini haha :D *terlalu sering dibahas sih yaa..^^

          Yosh, untuk memperbanyak spoiler-ku untuk Bunga jadi.... XDD


Okeeh, asal kalian tahu Bungut adalah atlet kami yang membanggakan selain Corin [Gue gak pernah bangga sepenuhnya deh sama si Corin :P #plak!] Betapa pun anak ini benar-benar santai untuk tak mengikuti Masa Orientasi penting demi ikut lomba Bridge ..

Orang yang masih gak jelas identitasnya, orang yang hanya ada namanya saja selama berhari-hari tanpa menunjukan atau pun untuk memperkenalkan diri setidaknya.. dan satu-satunya orang yang saat itu benar-benar membuatku kepikiran.. Bunga? Namanya bagus... sehebat apasih dia sampai cuek sama acara MOS.. Bunga lagi? Kok gak masuk-masuk.. sebenernya dia itu orang yang gimana.. kurang lebih gitudeh yang selalu muncul di hati dengan dialeg Suroboyo saya tentunya...  haha -___-

Aku sudah menyadari cerdas juga anak ini adalah sejak saat itu, saat pertama kali berbicara dengannya, kupikir wuaw dia menolakku dengan halus dan menjelaskan alibi-nya tanpa menggunakan kata penolakan yang wajar.. [mungkin]. Kesimpulanku bertambah saat Bunga dengan lancar ngejawab semua kuis bahasa Inggris waktu kami semua mulai pelajaran di kelas baru. Oh yaampun siapa anak inii.. dia bukan hanya jago maen kartu [...yang sumpah gue aja baru pernah denger darinya.. atlet bridge?. -__-] yang amit2 muter otak. Dan Bunga juga ngebuat deret-nya dapet skor banyak. Oh men, siapa orang ini!

Dan setelah kuingat lagi, aku mulai bisa bicara lebih akrab dengan orang ini adalah saat Alfin ditugaskan untuk magang duluan di PJB waktu kelas XI itu. Bunga yang juga sebatang kara itu akhirnya duduk di depanku bersama Ipeh untuk menggantikan Alfin yang pergi.

Untuk sementara itu aku mulai tahu banyak hal tentang Bunga, kupikir aku belum pernah merasa nyaman dan bebas bicara banyak hal dengan ‘classmate’ SMK-ku, [Aku harap bisa terus seperti itu^^] bahkan dengan Cindy sekalipun aku tidak mampu.. Tiba-tiba saja karena itu aku merasa berada di dekat Bunga seperti memposisikanku pada rasa aman, mulai dari menjelaskan pelajaran dan hal-hal yang tak kutahu, membelaku, hingga cerita tentang orang-orang lain di kelas. [Meski aku tetap tidak bisa melepaskan Cindy sebagai yang nomer satu, terutama dalam menjelaskan pelajaran2 yang kadang kala rumit untukku *mungkin. Dan beberapa hal rumit tentangku yang aku tau benar tak ada seorangpun yang mampu untuk menerima itu.*mungkin]

Entah sejak kapan aku membuat Bunga sebagai salah satu orang yang bisa kupercaya dalam banyak hal, dan anehnya tak ada keraguan walaupun sedikit untuk tidak mempercayai orang lain seperti biasanya. Kupikir aku sudah menemukan salah satu diantara orang-orang ini, ternyata ada juga. Awalnya memang begitu, tapi bagaimana pun geer-nya aku itu tidak berpengaruh apapun, Bunga memperlakukan semua orang dengan tulus dan baik seperti halnya saat dia berbicara denganku. Orang ini selalu terlihat tidak keberatan mendengarku bicara, orang yang mau tertawa bersamaku bukan mentertawaiku, dan sampai sekarang aku belum pernah merasa diacuhkan olehnya dengan sengaja, mungkin baginya ini hal yang biasa tapi bagi orang sepertiku perlakuan macam itu adalah bagian dari hal yang besaaar.

Rasanya seperti masih ada juga orang yang melihatku, dan bercerita tentang perasaannya padaku dan berkata dalam hati bahwa.. ah rima juga perlu tahu.. rim kuceritain.. rima udah tahu? Atau.. aku begini.. begitu...

Rasanya bahagia sekali jika melihat seseorang berbicara tentang perasaan yang dia alaminya padaku. Setidaknya, aku merasa bisa jadi orang yang perlu untuk tahu hal itu walaupun hanya sedikit.

Tapi pada faktanya bahwa aku sering berada pada situasi yang sebaliknya, dan itu terasa menyedihkan saat melihat wajah yang seolah berkata.. ah kok dia kesini, ceritanya nanti aja ah cuma ada rima.. tunggu tunggu masih ada rima, atau orang ini gak perlu diberi tahu.. jangaaan..  tapi kesimpulannya berusaha jahat dan jadi orang tidak peka juga bagus dan aku sudah terbiasa mempecundangi diri sendiri.. dan itu...

CUT.. CUT.. CUT.. ini post tentang Bunga woiiihh, kok malah!!! O___O

          BTW, aku masih berambisi sekali menjodohkan Bunga dengan Daka. Aku juga bisa melihatnya dengan jelas. Bagaimana pun aku juga anak perempuan, walau tak ada pengalaman aku bisa melihat apa yang anak perempuan lain rasakan. Meski sekilas, dan rasanya sudah lama sekali, aku juga pernah merasakan perasaan yang seperti itu. Perasaan menyukai seseorang.. dalam diam, tapi tertawa kecil di hati. Aku juga pernah, jadi aku cukup tahu meski hanya sedikit.. yah.. benar-benar sedikit.^^

Pada kenyataannya aku tahu sekali Bunga juga Daka saling memperhatikan satu sama lain dengan lebih, bukan hanya aku tapi semua orang juga bisa melihat hal itu dengan pandangan lain. Awalnya kupikir kalian berdua terlalu kolot untuk menyadari hal yang orang-orang sebut ‘cinta’ atau ‘suka’...  ternyata bukan, melihat penyangkalan yang makin kuat sepertinya aku bisa melihat dari pihak bodoh mana yang tak mau menyadarinya. Daka juga baik, untuk sejauh ini dia bersikap baik, kalau dia masih bersikap sebaik ini kurasa aku tetap ingin melihatnya bersama Bunga, tapi sometimes aku merasa Daka begitu membosankan dan nge-flow keadaan jadi statis #plak! Apaan rim! -.- dan aku masih belum puas karena aku belum bisa melihat amarahnya padaku sepenuhnya.

Yah, kalau ada yang mengenalku pasti tau, sepertinya tak ada seorang pun yang mengenalku, semuanya sudah terlalu bosan dan terlanjur tidak menyukaiku, tapi itu bagus, karena aku menilai dan melihat semua orang dari emosinya, amarahnya, dan sikap tidak sukanya padaku. Yah, mungkin suatu hari nanti Bunga juga akan seperti orang-orang lain.^^  
[Aku harap gak pernah^^]

karena password-ku adalah: orang pada tahap emosi yang tinggi akan cenderung menampakan wujudnya yang asli... Buahahhahah XD *smirk!

Bunga orang baik, dia adalah aset dan tokoh kelas kami yang berharga, sepertinya aku akan lebih suka jika ketua kelas berikutnya dia bukan embah, meil atau lainnya.^^


Oyasumiikkk^^



No comments:

Kembalinya Aku