Re-edit ^^
Akhir
2013.. HHh... setelah post-ku ini tak sengaja ditemukan oleh orang yang
bersangkutan, jujur saja aku panik :’D tertangkap basah secara gak lansung
ternyata bikin peluh bercucuran juga ya. Blog ku cuman berisi hal-hal yang sama
sekali gak ada menarik2nya, orang pun cuman segelintir, itupun sudah.. one upon a time... u.u gak ingat kapan
kali terakhir terima tamu #loh.
Aku...
cukup amat sangat senang sekali =)) Bunga bilang tulisanku lucu, dia bilang
tulisanku juga disimpan meski aku masih gak paham yang lucu darimananya, tapi
itu udah cukup bagikuuu~~
__ tulisan aneh-ku dapet feedback
‘nyata’ dari salah seorang yang selalu kutemui di kehidupan sehari-hari!!
Moment yang langka, kan?
Jadi ingat Tonari Kaibutsu-kun
lagi =’)) sekalipun Shizuku dingin pada Natsume, tapi dia selalu memperhatikan
keadaan temannya itu, dan yang paling membuatku terharu adalah Shizu yang
selalu jadi komentator setia blog Natsume~ sangat membuatku iri, aku baru sadar
bahwa persahabatan itu manis juga :> dan menjalin persahabatan yang
sesungguhnya itu juga amat sangat gak mudah :> Bentar lagi, volume My Little
Monster ke- 02 mau terbit ehehehe, tunggu kakak ya, Haru! ^_____^ Beberapa about Natsume's Blog:
Udah
banyak hal yang terjadi setelah sekian lama tulisan tentang part.nya Bunga ini
kubuat.
Banyak
banget ya. Kuceritain darimananya dulu ya =>
Aaah!
tapi balik lagi diinget klo privasi adalah tetep yang nomor satu! Udah konkret!
Jadi sebelum bertindak terlalu jauh, cegah dulu. => aku mau crita yang ringan2 saja dehh :3
Tahu
tidak?^^Bunga tuh cengeng! Cengeng banget! :D makin kesini dia jadi suka
menangis, aku juga suka nangis, tapi Bunga sering nangis. Kenapa nangis? Bunga
kenapa kamu nangis? Siapa yang buat kamu nangis? When our flower cried,
everybody caring her <3
Waktu
itu Bunga sempat bilang kalau dia pingin kuliah jurusan Matematika. Sesaat aku
takjub, ah.. Bunga mah emang pinter ya .-. gak heran, aku juga mau sih
sebenernya, apalagi kalau bisa jadi kayak bu Nissa. Acttt, kereeennn...
badannya kecil mungil, jarang senyum, tapi diumur segitu masih niat ngelanjutin
ke S2, Mat lagi! O>O harapanku sih, aku berdoanya pingin liat Bunga bisa
jadi lebih keren daripada bu Nissa <3
Sesuai
harapanku. Kepemimpinan APK 1 sekarang beralih padanya. Hebat ya, prediksiku
gak meleset :P sudah kuramal sih, haha :D gak hanya dicintai & dipercaya
teman-teman kelas, Bunga juga orangnya bertanggungjawab. Dia hapal semua nomer
absen kami, tau nomer hape kami, dan kalau ada sesuatu yang penting selalu
ngabarin ke semuanya tanpa terkecuali. Ngeladenin segala pertanyaan kepo dari
yang gak penting sampek ngebosenin, orang yang selalu berpikiran bahwa ngebales
sms itu hukum-nya fardhu’ain. Kekonsistenan sifatnya itulah yang selalu
nempatin dia jadi orang yang berpengaruh dimana-mana. Dia gak plin-plan, tapi
bisa dibilang cukup galauan kalau ngambil keputusan. Si idiot yang suka ngebuat
dirinya sendiri sekarat dengan selalu nahan perasaannya untuk gak nyakitin
orang lain. Dia kuat, tapi juga rapuh. =))
Aku
sempat berbisik padanya sesuatu, tapi kurasa Bunga gak menyadari itu. tapi
kalau dia tau, aku bakal bilang padanya, terima kasih! Terima kasih karena
sudah membiarkanku mengetahui rasanya menjadi orang yang dianggap penting
karena diriku sendiri, meski kamu bilang itu hanya respon yang berlebihan tapi
aku gak akan pernah lupa.
Orang
yang gak pernah menunjukan amarahnya ini, membuatku malah makin ngerasa
bersalah & merasa Bunga tiba2 jadi terasa jauh karena aku adalah orang yang
memiliki kepribadian seperti itu.
Aku
tau dia juga merasakan hal yang orang-orang lain rasakan, rasa sakit hati
karena kalimat & ulah yang kuperbuat, tapi kenapa gak pernah marah, kenapa
dia gak pernah memojokanku, menegurku, atau setidaknya tak mau bicara padaku
seperti yang orang-orang lain lakukan. Normalnya, orang akan kesal lalu diam
dengan melihatku dengan tatapan yang buruk, kan. Tapi, Kenapa? Kenapa sikapnya malah
kontras begitu? Ya, itu karena dia adalah Bunga. Itulah Bunga. Bunga memang
begitu, aku sebenarnya juga gak ngerti, tapi Bunga ya Bunga. Mungkin ini
terdengar egois dan naif, tapi jujur saja aku senang karena Tuhan membiarkanku kenal
mereka...^^
R : “Eh,
boleh tak bawa bukunya, gak? Soalnya aku tadi gak kelihatan.” (wajah setress)
B : “Loohh..
tapi aku juga belum, besok kan harus sudah hapal..” (wajah melas)
Eh, besoknya dia malah minggat. 0_____0
R :
“Cin, arek wingi seng nang sebelah gak melbu!”
C :
“........”
R :
“Sopo jenenge yo?”
C :
“........”
R : “Gak direken.”
Kau bisa memanggilnya Bungut, Dibungut... tanpa
perlu kujelaskan pasti tahu sendiri dari mana nama itu berasal.. waktu kelas X
pak Iskandar guru matematika kami saat itu yang mencetuskannya, dan pada
akhirnya populer juga untuk Bunga.
Well, masih ingat sekali untuk
pertama kali aku berbicara dengan Bunga adalah waktu pra MOS dulu, dia duduk
sendirian di sebelah kiriku. Waktu itu aku yang tak bisa melihat dengan jelas
ini mencoba SKSD padanya, dan tanpa kuduga aku ditolak dengan halus rupanya. Ah, rasanya bosan sekali
menceritakan kejadian ini haha :D *terlalu sering dibahas sih yaa..^^
Yosh,
untuk memperbanyak spoiler-ku untuk Bunga jadi.... XDD

